KUPAS NTB – Media-media internasional seperti Bloomberg, The Guardian, Sky News, dan The South China Morning Post dll telah meliput secara luas demonstrasi yang terjadi di Indonesia dua hari terakhir.
Fokus utama liputan mereka adalah pada kerusuhan yang terjadi, seperti bentrokan antara demonstran dan polisi, penggunaan gas air mata dan kendaraan taktis, serta perusakan fasilitas publik seperti pembakaran gedung parlemen di beberapa daerah.
Aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa kota di Indonesia selama dua hari terakhir tak pelak menciptakan beberapa pandangan negatif dari dunia internasional.
Peristiwa ini dapat menimbulkan kekhawatiran terkait stabilitas politik dan keamanan di Indonesia, dan berdampak pada sejumlah agenda yang melibatkan peserta dari luar negeri.
Termasuk event Mandalika Internasional Festival (MIF) 2025 yang harusnya berlangsung pada 23-25 Oktober 2025 mendatang harus diundur hingga Desember atau sampai situasi negara sudah benar-benar kondusif.
Direktur MIF, Sirajuddin mengungkapkan, melihat perkembangan Indonesia, termasuk NTB, membuat sejumlah negara yang menjadi peserta MiF was-was untuk datang.
“Peserta International dari Thailand, Singapura, UK, Taiwan, Australia, India sudah mengetahui jika di Indonesia ada demo, pembakaran dan penjarahan. Makin takut mereka datang setelah melihat berita-berita di televisi dan media sosial yang sudah menyebar ke seluruh dunia,” ungkap Sirajuddin.