Ini artinya, Ibnu Salim ini sudah lama bergerak dan melakukan penjajakan di masyarakat. Bahkan namanya sempat digaungkan saat Pilkda Lombok Barat 2018, namun sepertinya Ibnu Salim bukan tipe pejabat ambisius yang langsung merespon keinginan masyarakat tanpa perhitungan yang matang.
Dari sisi kapasitas individu, tambah Syarif Hidayatullah, Hj Sumiatun maupun Ibnu Salim dinilai sangat serasi, sama-sama saling melengkapi. Artinya, pasangan ideal baik sisi kapasitas, pengalaman, maupun kemampuan finansial. Jika komunikasi keduanya sudah deal maka tinggal melengkapi parpol sebagai syarat untuk dapat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Paket ini berpeluang memenangkan pertarungan di Lombok Barat. Tinggal lengkapi syarat untuk mendaftar di KPU saja,” nilai Syarif Hidayatullah.
Tidak saja Ibnu Salim, dari sisi ketokohan Hj Sumiatun juga punya posisi tawar kuat. Bagaimana tidak, Sumiatun saat ini merupakan Bupati Lombok Barat sekaligus Ketua DPD Golkar Lombok Barat.
Hj Sumiatun juga punya jejaring kuat di Lombok Barat. Jika dua kekuatan ini disatukan, Ihsan meyakini paket Ibnu Salim – Sumiatun berpotensi unggul.
“Tinggal bagaimana keputusan Ibnu Salim saja, apakah benar-benar akan bertarung,” tambanya.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, Ibnu Salim belum menunjukkan kode-kode jika akan maju di Pilkada Lobar. Bahkan tidak ada satu baliho yang memuat foto ibnu Salim di Lombok Barat seperti kandidat lainnya.