Ditambah lagi, sejumlah orang terdekat Hj Sumiatun membisikkan bahwa Bu Atun, sapaan akrab Sumiatun, hanya menginginkan Ibnu Salim sebagai wakilnya untuk maju di Pilkada Lombok Barat.
Dan bukan sekali dua kali tokoh lain yang datang ke Sekotong meminta berduet, namun semua ditolak oleh Sumiatun.

Jika benar duet Hj Sumiatun-Ibnu Salim terjadi, sejumlah pengamat politik menilai pasangan ini akan menjadi salah satu yang terkuat di Pilkada Lombok Barat.
Selain itu paket Hj Sumiatun-Ibnu Salim adalah yang paling komplit, yang satu politisi kawakan dan satu lagi birokrat yang sudah teruji kehandalannya dalam birokrasi pemerintahan.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr. Ihsan Hamid menilai pasangan Hj Sumiatun-Ibnu Salim yang merupakan merupakan pasangan serasi dan saling melengkapi.
“Jika Ibnu Salim akhirnya berpasangan dengan Hj.Sumiatun, ini merupakan paket serasi dan saling melengkapi,” ujar Ihsan Hamid kepada wartawan.
Peraih gelar doktor ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah ini bahkan Hj Sumiatun sangat tepat memilih Ibnu Salim, karena Ibnu Salim yang kini menjabat Pj. Sekda NTB merupakan birokrat handal. Ibnu dinilai memiliki daya tawar kuat untuk maju di Pilkada Lombok Barat sebagai bupati.
Posisi tawar Ibnu Salim ini tidak saja lantaran posisinya saat ini. Ibnu yang lahir besar di Gerung, Lombok Barat ini merupakan sosok sederhana dan punya jejaring luas.
Rekam jejak Ibnu Salim baik di dunia birokrasi maupun di dunia politik bukan kali ini saja terdengar. Jauh sebelumnya, nama Ibnu Salim kerap disebut sebagai kandidat calon Bupati Lombok Barat.