Karenanya, ia berjanji dan bertekad bersama Majelis Adat Sasak serta para budayawan dan pepadu untuk mengangkat Festival peresean ini ke kancah yang lebih luas, sehingga bisa menjadi salah satu bagian dari cabang Festival olah raga rekreasi nasional (Fornas).
Untuk menuju ke arah itu, menurutnya perlu disusun pedoman dan standar Festival peresean itu agar memenuhi nilai-nilai filosofi dan syarat Festival Nasional.
“Kami ingin peresean tidak hanya dikenal di daerah kita, tapi juga mendunia,” ujar Aryadi.
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sasak, Lalu Sajim, mengungkapkan bahwa peresean memiliki nilai adat yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, festival ini menjadi bukti bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan modernitas tanpa kehilangan jati diri.
Roadshow Festival Peresean NTB Mendunia yang telah berlangsung selama beberapa pekan ini diharapkan dapat memperkuat branding budaya NTB di mata nasional maupun internasional.

BRIDA NTB berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dengan inovasi penyelenggaraan yang semakin menarik.