Blusukan melalui program canvassing ini menurut Koordinator RBPR Lombok Utara, H. Raisman sekaligus menjadi riset menjawab tantangan hasil survey yang dilakukan sejumlah lembaga survey selama ini.
“Kami ingin melihat, apakah hasil survey sinkron dengan yang terlihat di lapangan? Nah, program canvassing ini saya pikir bisa menjadi riset kecil-kecilan kami untuk mengukur. Yang jelas, antusias masyarakat NTB luar biasa,” katanya.
Tidak saja di Kota Mataram, menurut Rais, blusukan ke desa, dusun bahkan tingkat RT di pelosok desa terus dilakukan. Rais juga tidak menutupi warga yang menolak diedukasi tentang sosok Ganjar-Mahfud.
“Memang ada yang menolak juga. Tetapi dari blusukan yang kami lakukan hingga ke pelosok desa, kami bisa melihat sambutan masyarakat dan antusiasnya untuk Ganjar-Mahfud. Tidak saja di kota Mataram, karena kami juga lakukan hal yang sama di Kabupaten Lombok Utara, Timur, Tengah dan kabupaten/kota di Pulau Sumbawa,” pungkas Rais. (sn)