Iklan Gub dan Wagub NTB baru

Pemprov bantah rumor adanya kecurangan pada seleksi Kepala Sekolah oleh Dinas Dikbud NTB

Kadis Kominfotik H Yusron Hadi MSi membantah adanya kecurangan dalam seleksi kepala sekolah.

KUPAS NTB – Proses seleksi calon kepala sekolah (Kepsek) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini menuai sorotan. Sejumlah guru peserta seleksi mengaku kecewa dan mempertanyakan transparansi pelaksanaan seleksi yang dinilai janggal.

Kekecewaan ini muncul setelah mereka yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi, tidak diikutsertakan dalam tahapan seleksi substansi. Para peserta menduga ada praktik kecurangan dalam tahapan seleksi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Terhadap tuduhan tersebut, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kominfotik NTB membatah.

BACA JUGA:   Pemprov NTB jamin, keberadaan 30 mobil listrik untuk FORNAS ke VIII tak ganggu lahan rezeki jasa angkutan bandara

Kadis Kominfotik NTB H Yusron Hadi MSi menepis rumor jika Dinas Dikbud NTB melakukan kecurangan dalam proses seleksi kelapa sekolah.

Yusron Hadi membenarkan jika ada 43 posisi kepala sekolah yang lowong yang saat ini di isi oleh Plt. Ditambah lagi 11 posisi kepala sekolah yang masuk masa purna, sehingga total yang akan di seleksi menjadi 54 posisi kepala sekolah.

Dari jumlah total yang lowong tersebut, tambah Yusron Hadi, Kementerian Pendidikan mengalokasikan rekrutmen hanya untuk 18 kepala sekolah sehingga Pemprov mengambil inisiatif untuk memenuhi kebutuhan 36 yang tersisa tersebut, pengisiannya melalui APbD perubahan 2025.

Sampai masa pendaftaran ditutup, tercatat lebih dari 551 org mendaftar.

“Lantas sesuai ketentuan permendikdasmen no 7 tahun 2025, karena slot anggaran yang tersedia hanya 18 posisi kepala sekolah, maka dipilih 2×18 org berarti dibutuhkan 36 orang calon yang diusulkan,” jelas Yusron Hadi melalui rilisnya.

Bagikan

Artikel Terkait